Selasa, 06 November 2007

Perjalanan Dua Malaikat

Pada suatu waktu ada dua orang malaikat yang sedang berjalan-jalan ke bumi. Yang satu adalah malaikat muda yang belum berpengalaman, sedangkan yang satunya adalah malaikat senior. Selama berjalan-jalan di bumi, mereka menyamar sebagai dua orang pengembara yang miskin.
Suatu waktu mereka sampai ke suatu desa. Karena hari sudah malam mereka memutuskan utk menumpang pada rumah sepasang suami istri kaya yang sombong. Pasangan suami istri itu memandang remeh kedua malikat itu. Sang suami lantas menyuruh malaikat yang menyamar itu untuk tidur di gudang dan mereka juga tidak diberi sedikitpun makanan. Ketika berada di gudang itu, malaikat senior melihat adanya lubang di tembok gudang tersebut. Ia kemudian menambal lubang tersebut.
Keesokan harinya mereka melanjutkan perjalan ke desa selanjutnya. Lalu sampailah mereka ke desa sebelah. Karena hari sudah malam, mereka akhirnya menumpang lagi di rumah sepasang suami istri miskin yang baik hati. Harta kekayaan mereka hanyalah seekor sapi betina yang memberikan susu kepada mereka untuk dijual setiap hari. Malam itu, kedua malaikat itu diberi makan malam dan diberi tempat tidur yang nyaman sementara pasangan suami istri itu tidur di luar. Malam itu, kedua malaikat itu bertemu dengan malaikat maut. Keesokan paginya, tiba-tiba saja sapi betina milik keluarga itu ditemukan tewas. Pasangan suami istri itu menangis tersedu-sedu.
Melihat hal ini, malaikat muda itu marah kepada sang malaikat senior. Dia berkata "Mengapa ketika kau melihat lubang di rumah orang kaya itu, kau menutupnya. Tapi ketika kau melihat bahwa ada malaikat maut yang mau membunuh sapi keluarga miskin yang baik itu kau malah tidak menghalanginya!". Namun malaikat senior itu menjawab "Aku melihat dibalik lubang itu ada timbunan emas. Aku tahu keluarga itu sangat tamak dan jika mereka mendapatkan uang itu pasti mereka akan makin sewenang-wenang. Maka aku tutup lubang itu. Sedangkan malaikat maut itu sesungguhnya akan mengambil nyawa istri keluarga miskin itu. Tapi aku memintanya untuk tidak melakukan hal itu. Akhirnya ia mengambil nyawa sapinya."
Mendengar hal itu malaikat muda menyadarai bahwa apa yang kelihatannya baik, belum tentu baik, sedangkan apa yang terlihat buruk belum tentu juga merupakan hal buruk. Pasti segala sesuatu yang terjadi di dunia ini ada hikmah yang bisa diambil.

Tidak ada komentar: